Profil MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA

Riwayat

Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata berdiri pada tanggal 16 Juni 2010 dengan SK dari Rektor nomor 1339/J33/PP.03.02/2005.

Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata berdiri sebagai respon terhadap kebutuhan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang kompeten dan unggul. Pelopor pendiri prodi ini adalah Prof. Dr. Fakry Abdul Gaffar yang saat itu menjabat sebagai rektor UPI. Manajemen Pemasaran Pariwisata dibina oleh Dr. Vanessa Gaffar SE. Ak MBA dan Dr. Lili Adi Wibowo S.Sos S.Pd MM yang saat itu menjabat sebagai Kaprodi dan Sekprodi sampai masa bakti 2010. Saat ini MPP telah mendapat akreditasi A dari BAN PT yang berlaku sampai 2020. Kajian utama Manajemen Pemasaran Pariwisata adalah pengelolaan pemasaran pariwisata khususnya analisis lingkungan pemasaran pariwisata internal dan eksternal menyusun mengimplementasikan dan megevaluasi strategi penerapan pariwisata untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Profil lulusan Manajemen Pemasaran Pariwisata adalah Sarjana Pariwisata dan lapangan kerja lulusan adalah instansi yang bergerak dalam bidang pariwisata instansi pemerintahan lembaga konsultan dan lembaga pelatihan/pendidikan. Manajemen Pemasaran Pariwisata telah bermitra dengan berbagai pelaku industri pariwisata dan universitas internasional.

Test

Test

tes

Visi

Menjadi Program Studi Pelopor dan Unggul dalam Pengembangan Ilmu Manajemen Pemasaran Pariwisata

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan dalam bidang manajemen pemasaran pariwisata.
  2. Melakukan penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu manajemen pemasaran pariwisata dan stakeholders kepariwisataan.
  3. Berperanaktif dan peduli terhadap masyarakat sekitar dalam pengembangan potensi kepariwisataan.

Kompetensi Prodi

Lulusan Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata Strata Sarjana (S1) diharapkan mampu mencapai kompetensi yang sesuai dengan KKNI level 6 dengan kemampuan sebagai berikut :

  1. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan professional berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan data, serta dapa tmemilih berbagai solusi alternative secara mandiri dan kelompok dalam memecahkan persoalan di lingkungan pekerjaan yang dihadapinya sesuai dengan konteksnya untuk memperoleh hasi lterbaik.
  2. Menguasai konsep ilmu kepariwisataan, khususnya dalam manajemen pemasaran pariwisata.
  3. Mengkaji pengembangan dan implementasi ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) di bidang manajemen pemasaran pariwisata yang memperhatikan dan menerapkan nilai dan etika sesuai dengan Kode Etik Pariwisata Global.
  4. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam pengambilan keputusan stratejik pada bidang pemasaran pariwisata melalui proses pencermatan lingkungan, perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi.
  5. Menyusun gagasan dalam kajian saintifik tentang pengembangan ilmu manajemen pemasaran pariwisata dalam bentuk skripsi.
  6. Menunjukan kemampuan komunikasi yang efektif dalam praktik profesi manajemen pemasaran pariwisata dengan perbedaan latar belakang budaya.
  7. Menunjukan kinerja mandiri dan kelompok yang bermutu dan terukur, serta memelihara dan mengembangkan jaringan kerja di dalam dan di luar industri dan institusi kepariwisataan.
  8. Melakukan penyeliaan terhadap proses dan hasil kerja di bidang manajemen pemasaran pariwisata.
  9. Memiliki kepribadian dan karakter yang baik sebagai pemasar pariwisata yang profesional, bertanggung jawab, dan beretika untuk mendukung pengembangan pariwisata yang kompetitif dan berkelanjutan.

Capaian Pembelajaran

  1. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan profesional berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan data, serta dapat memilih berbagai solusi alternatif secara mandiri dan kelompok dalam memecahkan persoalan di lingkungan pekerjaan yang dihadapinya sesuai dengan konteksnya untuk memperoleh hasil terbaik.
  2. Menguasai konsep ilmu kepariwisataan, khususnya dalam manajemen pemasaran pariwisata.
  3. Mengkaji pengembangan dan implementasi ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) di bidang manajemen pemasaran pariwisata yang memperhatikan dan menerapkan nilai dan etika sesuai dengan Kode Etik Pariwisata Global.
  4. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam pengambilan keputusan stratejik pada bidang pemasaran pariwisata melalui proses pencermatan lingkungan, perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi.
  5. Menyusun gagasan dalam kajian saintifik tentang pengembangan ilmu manajemen pemasaran pariwisata dalam bentuk skripsi.
  6. Menunjukan kemampuan komunikasi yang efektif dalam praktik profesi manajemen pemasaran pariwisata dengan perbedaan latar belakang budaya.
  7. Menunjukan kinerja mandiri dan kelompok yang bermutu dan terukur, serta memelihara dan mengembangkan jaringan kerja di dalam dan di luar industri dan institusi kepariwisataan.
  8. Melakukan penyeliaan terhadap proses dan hasil kerja di bidang manajemen pemasaran pariwisata.
  9. Memiliki kepribadian dan karakter yang baik sebagai pemasar pariwisata yang profesional, bertanggung jawab, dan beretika untuk mendukung pengembangan pariwisata yang kompetitif dan berkelanjutan.

Profil Ketua Program Studi

No. SK Penugasan : 4925/UN40/KP/2015

Ideally, what should be said to every child, repeatedly, throughout his or her school life is something like this: 'You are in the process of being indoctrinated. We have not yet evolved a system of education that is not a system of indoctrination. We are sorry, but it is the best we can do. What you are being taught here is an amalgam of current prejudice and the choices of this particular culture. The slightest look at history will show how impermanent these must be. You are being taught by people who have been able to accommodate themselves to a regime of thought laid down by their predecessors. It is a self-perpetuating system. Those of you who are more robust and individual than others will be encouraged to leave and find ways of educating yourself — educating your own judgements. Those that stay must remember, always, and all the time, that they are being moulded and patterned to fit into the narrow and particular needs of this particular society.

STRUKTUR ORGANISASI